Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka, Prof.Dr.dr. H. Azrul Azwar, MPH mengatakan bahwa Crisis Centre yang dimiliki Kwarnas Gerakan Pramuka diharapkan yang terbaik dalam memberi konstribusinya dalam membantu pemerintah menangani bencana di tanah air.
”Crisis Center ini menjadi yang The Best” kata Kak Azrul saat membuka Training of Trainer (TOT) Modul Penanggulangan Bencana Berbasis Masyarakat tanggal 9 Desember 2011 di Auditorium Kwarnas Gerakan Pramuka, Jakarta.
Menurut Kakwarnas Gerakan Pramuka memiliki 2 mata uang, disatu sisi keberadaan Gerakan Pramuka membantu masyarakat untuk meringankan beban masyarakat dikala terkena bencana, dan disisi lain bahwa Gerakan Pramuka merupakan organisasi pendidikan anak-anak dan pemuda untuk menanamkan nilai-nilai yang terkandung dalam Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka. Nilai-nilai tersebut diharapkan mampu menyadarkan generasi muda akan kepeduliannya terhadap bencana, seperti bencana banjir, longsor, gunung meletus, kebakaran dan lain sebagainya.
”Gerakan Pramuka mempunyai potensi yang sangat besar dengan jumlah anggota yang tersebar dalam 320.000 Gugusdepan di seluruh tanah air” ujar Kakwarnas
Dengan potensi yang besar itu, Gerakan Pramuka memiliki kesempatan yang besar dalam membantu program pemerintah khususnya penanganan bencana dan menyadarkan masyarakat akan resiko bencana.
Sementara itu Wakil Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Bidang Pengabdian Masyarakat dan Siaga Bencana, Marsdya TNI Eris Herryanto, M.A mengatakan TOT Penanggulangan Bencana Berbasis Komunitas ini merupakan upaya peningkatan pengetahuan bencana dengan mendidik masyarakat (komunitas) bagaimana menyikapi situasi penanganan bencana pada saat sebelum, saat terjadi dan saat setelah terjadi bencana serta upaya pengurangan resiko bencana.
”Penanggulangan bencana berbasis komunitas juga merupakan upaya mengkolaborasikan pendidikan penanggulangan bencana antara Gerakan Pramuka bersama masyarakat, LSM, swasta dan pemerintah”, tegas Kak Eris.
Sebagaimana yang dilaporkan Kak Eris, sasaran dari kegiatan TOT ini adalah agar anggota Gerakan Pramuka mampu :
Meningkatkan pengetahuan dan kemampuannya sebagai fasilitator dan motifator penanggulangan bencana dan dapat berperan aktif dalam upaya penanggulangan bencana.
Meningkatkan pengetahuan dalam mitigasi bencana di jajaran kwartir dan dapat mengimplementasikannya di lapangan.
Dapat berperan aktif baik sebagai fasilitator maupun motivator dalam pengurangan resiko dan penanggulangan bencana serta dapat menjalin kemitraan sejajar dan hubungan baik dengan departemen, instansi, badan, organisasi/LSM yang konsisten di bidang penanggulangan bencana.
Meningkatkan citra Gerakan Pramuka di Masyarakat.
Oleh karena itu, untuk mencapai harapantersebut ujar Kak Eris, TOT Penanggulangan Bencana mengundang pihak BNPB, MPBI, Pusat Krisis Kemenkes, LIPI, BPPT, Bakosurtanal, Dinas kebakaran, Basarnas, dan BPBD Cianjur.
Dalam rangkaian prosesi pembukaan TOT dilaksanakan penandatangan kerjasama dalam bentuk MoU antara Kwartir Nasional dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana,dengan maksud agar peran Pramuka dalam penanggulangan bencana ini dapat lebih meningkat lagi di masa mendatang.
Pada kesempatan itu, Kakwarnas Gerakan Pramuka meresmikan Crisis Center Pramuka Peduli. Crisis Centerdibentuk sebagai upaya optimalisasi fungsi penanggulangan bencana bagi Gerakan Pramuka yang dilengkapi sejumlah sarana dan prasarana antara lain: system pendataan anggota/relawan Pramuka, website Pramuka Peduli (pramuka peduli.org), SMS Center 1408 (mengingatkan tanggal hari Pramuka), yang nantinya akan beroperasi terus dan dapat berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait. Crisis Center ini dilengkapi pula dengan perlengkapan resque untuk 2 regu, bantuan dari CSR Pertamina.
Diungkapkan Kak Eris bahwa untuk penggalangan dana, Pramuka Peduli Bencana saat ini telah memiliki rekening di BNI Cabang Menteng dengan No. 909010100, yang hingga saat ini menampung sumbangan dari jajaran kwartir dan pihak lain (umum). Kami sedang mengurus ijinnya ke Kemensos untuk dapat dipublikasikan ke khalayak umum melalui media massa dan media lainnya.
Sumber: Humas Kwarnas
















